Selasa, 02 April 2013

Tips Menata Rumah agar Rapi - a Resume :D



Rumah kami belum rapi-rapi amat, tapi alhamdulillah ga bikin sakit mata. Saya pernah bertamu ke rumah kenalan/teman, isinya yg berantakan bikin sakit mata, pusinggg. Semoga itu tanda rumah saya rapi dan sakit mata karena ga biasa liat yang berantakan :D

Nah, walopun sudah lumayan rapi, saya masih pengen rumah saya lebihhhh rapi lagi. 
jadi browsing tips triknya deh. ini dia resumenya:


A. Penyebab / Latar belakang.

Dulu mungkin rumah kita masih teratur, lega, dan nyaman. Sekarang, rumah sumpek gara-gara banyak barang. Coz disadari atau tidak, setiap bulan, minggu, bahkan hari,kita dan anggota keluarga selalu membawa barang-barang baru ke dalam rumah. Entah itu brosur perjalanan, kertas-kertas tagihan, buku, koran, baju, sepatu, sebuah kursi, sebuah rak, dan lainnya.

Rumah yang Anda miliki ukurannya tetap, namun barang-barang yang memenuhi rumah terus bertambah. Jadi wajar saja rumah yang semula lapang dan teratur, perlahan menjadi penuh. Akhirnya, kondisi berantakan pun tak dapat dihindari.

 Jadi, jika barang makin menumpuk dan kita mulai kesulitan menemukan barang-barang di dalam rumah atau rumah sudah tampak seperti gudang, itu tandanya kita sudah harus berbenah.
Lakukan pembenahan untuk mengembalikan kondisi rumah Anda agar kembali teratur, lapang, nyaman dan menyenangkan.


B. Step 1 : Buat Jadwal Berkala Membersihkan Rumah untuk Singkirkan Barang-barang yang Sudah Tidak Terpakai

Salah satu cara menjaga rumah agar tetap bersih dengan mengurangi barang-barang yang tidak dibutuhkan lagi. Anda bisa memberikan barang tersebut ke saudara, teman, atau orang lain yang membutuhkan jika kondisi barang masih layak pakai.

Siapkan waktu beberapa hari hanya untuk satu hal yang menjadi fokus yaitu “membuang” barang-barang. Barang yang tak dapat digunakan, silakan dipilah-pilah. Material yang dapat didaur ulang seperti kertas, kardus, botol, dan plastik, pasti dengan senang hati akan diterima para pemulung. Sedangkan barang lain yang kondisinya masih baik, dapat disumbangkan kepada yayasan atau institusi yang menerima sumbangan barang-barang.

Kalau mau rumah bersih dan rapi, ada enam kriteria barang yang harus dikeluarkan dari rumah. Jika barang-barang yang Anda temukan itu memenuhi kriteria tersebut, Anda harus konsisten untuk menyingkirkannya. Barulah tujuannya dapat tercapai.

1. Semua yang belum pernah Anda pakai atau Anda gunakan selama setahun belakangan.
2. Semua yang Anda pikir “mungkin akan diperlukan”. Padahal itu tidak mungkin diperlukan, karena Anda tidak akan menemukannya pada saat Anda membutuhkannya.
3. Semua yang sudah kekecilan.
4. Semua yang sudah rusak, termasuk mainan anak-anak dan furnitur.
5. Obat-obat yang sudah kadaluarsa.
6. Brosur, menu delivery, koran, dan majalah lama. Bacalah semua kertas dengan teliti sebelum membuangnya. Di antara tumpukan barang-barang yang penting, kertas seperti akte lahir atau paspor dapat terbuang tanpa sengaja.

Lakukan pembuangan itu secara berkala. Jadi Selalu sediakan waktu untuk memeriksa lemari-lemari dan rak-rak. Siapa tahu di tempat-tempat tersebut mulai menumpuk lagi barang-barang yang sebetulnya sudah harus direlakan untuk disingkirkan.


C. Pencegahan

Bila proses pembenahan dan pembersihan telah selesai, disiplinlah untuk mengikuti aturan “one in one out ”, satu masuk satu keluar. Maksudnya, untuk setiap barang baru yang Anda beli, keluarkan satu barang tua yang ada dari koleksi Anda. Pastikan jangan membeli barang yang tidak berguna/ jarang dipakai.


 D. Penataan.

Setelah semua dibuang, kita butuh menata kembali rumah agar terlihat cantik dan rapi.
 Tidak perlu ekstrem harus merenovasi rumah, tetapi kita harus mulai memikirkan penggunaan mebel (furniture) yang lebih praktis dan multifungsi. Berikut ini tips menata dan mengatur rumah sehingga menjadi rapi dan tertata:

 1. Penempatan Yang Teratur. Kelompokan barang-barang berdasarkan jenis, fungsi dan kegunaan. Susun dari yang paing sering hingga jarang Anda gunakan. Tempatkan benda-benda yang paling sering Anda gunakan di posisi yang paling mudah dilihat dan ditemukan. Agar lebih praktis, simpan mainan anak-anak yang masih sering dipakai di tempat penyimpanan ruang keluarga atau ruang bermain. Letakkan di lemari bawah sehingga mudah dijangkau anak-anak. Tempat penyimpanan yang jauh -seperti gudang misalnya- pada kenyataannya justru membuat Anda atau pembantu mals mengembalikannya, sehingga rumah dipenuhi mainan anak-anak.


2. Ringkas, Padat & Jelas. Penyimpanan barang juga harus dilakukan dengan ringkas padat dan jelas. Ringkas berarti barang yang tersimpan hanya yang penting-penting saja. Mulai saat ini, hindari membeli barang yang kurang berguna agar rumah Anda tidak semakin penuh. Padat berarti pandai-pandailah menyusun setiap barang yang ada, agar tidak ada tempat yang terbuang. Jelas berarti tetap dapat menempukannya sewaktu-waktu diperlukan walaupun barang Anda tersusun dengan padat, . JIka perlu, berilah label kecil di setiap lemari penyimpanannya.

3. Hemat, Hemat & Hemat!
Hematlah dalam penggunaan ruangan caranya dengan memilih furniture yang ergonomis dan multifungsi. Ergonomis artinya sesuaikan ukuran furniture dengan ukuran ruang, namun tetap harus nyaman saat digunakan. Jika ruang tamu kecil, cukup gunakan kursi-kursi kayu, tidak perlu sofa yang biasanya lebih memakan tempat banyak. Multifungsi, dapat memesan khusus dari tukang kayu agar dapat lebih disesuaikan dengan bentuk ruangan dan juga penggunaannya. Contohnya dinding pembatas ruang, dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan. .

4. Tersimpan & Terawat. Selanjutnya Anda juga harus ingat untuk menjaga kebutuhan barang Anda. Untuk itu, pilih penyimpanan yang awet, tahan karat dn tahan rayap. Jika Anda banyak menggunakan pitanti kayu, gunakan kayu yang tidak mudah lapuk. Cermati benar, kayu yang Anda gunakan adalah jenis kayu kering. Jika tidak, barang-barang Anda akan mudah berjamur. Sisipkan juga pengawet, seperti kapur barus dalam almari penyimpanan. Selain itu berikan udara dan sinar matahari yang cukup agar barang-barang Anda tidak lembab dan lebih tahan lama, apalagi terkait dengan dokumen dan buku-buku.


E. Tips darurat :

Klo mau ada tamu, rumah tidak mungkin dirapikan dalam waktu dekat, berikut tips daruratnya :D

Fokus Membersihkan Ruang yang Sering Dilalui oleh Tamu

Tidak sempat membereskan seluruh rumah karena tamu sudah mau datang? Bersihkan rumah pada bagian yang sering menjadi tempat lalu lalang, seperti ruang tamu, ruang makan, kamar mandi, dan teras rumah. Tutup pintu kamar tidur serta gudang agar tampak rapi secara keseluruhan.


Sembunyikan Benda yang Berserakan Dalam Satu Ruangan

Jika sudah tidak punya waktu membersihkan rumah, letakkan barang yang membuat penampilan rumah berantakan dalam satu ruangan. Anda bisa langsung menyapu dan mengepel lantai agar bersih dan segar. Untuk barang yang berantakan, seperti baju kering atau perlengkapan lainnya, bisa dijadikan satu sebelum tamu datang. Setelah tamu pulang, barulah membereskannya kembali ke tempat masing-masing.

 
disarikan dari berbagai sumber hasil googling dengan keyword  tips menata barang rumah rapi


3 komentar:

  1. Mantaphh... TFS ya, mba... ^_^

    BalasHapus
  2. Rumah tampak berantakan karena kita mengabaikan hal2 yang kecil. setelah menumpuk dan berserakan, baru kita sadar bahwa rumah berantakan sekali.
    terima kasih infonya, salam kenal

    Cara Mudah Temukan Rumah Dijual / Disewa Disini
    Sewa Apartement
    Perumahan Baru

    BalasHapus