Rabu, 15 Mei 2013

Dokter Kulit Wanita di Bintaro - dr. Nenden S. prabu

No body's perfect. mungkin hikmahnya diciptakan manusia kumplit ada plus ada minus biar ga da yang terlalu sombong sangat, ga ada juga yang minder sangat. Nah, Alhamdulillah, selain memberi beragam kelebihan, Allah juga memberikan ujian lewat kulit saya yang sensitif dengan nyamuk (baca : korengan, muahaha). Jadi klo digigit nyamuk sedikit saja akan meninggalkan bekas yang lama (oh yes, ada andil garukan juga di situ).

Dulu, duluu sekali, waktu di priok, pernah ke dokter kulit. Ibunya sudah Prof, Doktor (bukan salah ketik. tapi beneran dokter yang sudah doktor), sudah tua. Seingat saya bilangnya emang ga bisa disembuhkan. Cuma diminimalisir bekasnya. Nama dokternya bu Prof.DR.Dr Siti Aisah Boediardja Sp.KK (K)  (beliau praktek di Jl. Kebon Bawang VI/4, RT 05/Rw06, Kel. Kebon Bawang, Tanjung Priuk, - 0811823275).

Saya ke sana sekitar 6-7 tahun yang lalu. Pasiennya Full, baru datang jam setengah 7 sudah tutup pendaftaran (sehari maksimal 30 orang kayaknya). Setelah konsultasi, saya diberi obat yang ditebus di apotik (berupa sabun, salep dan obat telan) . Obat-obatan ini fungsinya menyamarkan noda. Alhamdulillah, lumayan cocok dengan obatnya. Sayang saya ga kepikiran untuk minta copyan resepnya saat menebus obat ke apotik. Mau ke sana lagi juga males, karena jauh dari Bintaro ke Priuk. Prakteknya malam, dan belum tentu masih ada prakteknya (saya berdo'a semoga ibunya panjang umur, biar kebermanfaatannya lebih lama).

Sekarang, kepikiran untuk perawatan lagi. Catet ya, perawatan. Saya GA ingin kulit PUTIH, maunya cuma BERSIH dan TERAWAT. Mau ke klinik-klinik kecantikan kok takut ya. Coz setau saya mereka "hanya" dokter umum. Saya maunya dengan dokter kulit, biar lebih "terjamin".

Setelah googling-googling tentang dokter kulit wanita di bintaro, kami (saya dan pak suami) menemukan nama dr. Nenden. Sounds familiar? tentu saja! karena tiap hari kerja rute jemputan saya melewati klinik tempat prakteknya. Cuma di plang namanya dr. Nenden S. Prabu. Ragu, ini cewek apa cowok ya (karena ada Prabunya). Awalnya memastikan dulu, apakah ybs dokter kulit apa dokter umum, bahkan takut juga apa dokter-dokteran (efek pernah nonton tentang dokter palsu acara kriminal semacam buser dan sergap :D).  Alhamdulillah ketemu profil dr.Nenden S. Prabu SpKK di web http://www.perdoski.org/, webnya perkumpulan dokter kulit.

Akhirnya kemarin pulang kantor berkunjung ke dokter tersebut. Sebelumnya tepon dulu dong, mastiin, nanti dengan dr. Nenden langsung ga (ga mau klo sama dokter lain) dan cara daftarnya gimana? Dijawab mba-mba di sana klo insya Allah ada dr. Nendennya sekitar jam 18.30, dan pendaftaran per kedatangan. jam 18.05 saya sudah mendarat di sana, daftar dan baca majalah sambil menunggu dokternya datang.

Ternyata praktek bu dokter itu berupa klinik kecantikan kayak Natasha, LBC gitu. ga kayak praktek dokternya Prof. Aisah dulu (yang cuma konsultasi dapat resep aja). Apotik, tempat potong rambut di lantai satu. Sedangkan untuk perawatan tubuh dan wajah di lantai dua.

Saat dokternya datang, saya bilang keluhan, dia langsung, ya udah kita peeling ya. Peeling dengan stafnya, yang di peeling awalnya muka dan tangan aja. Ya, sayang dong, langsung tak minta kaki juga ikut di peeling. Dokternya akhirnya nanya kerja dimana, and the story goes.. malah mbahas dulu dia tes STAN tp ga masuk. Ternyata itulah perbincangan terakhir dengan dokternya,  ZZzzz

Abis di peeling dan masker wajah, lanjut peeling tangan dan kaki, langsung ke bawah lagi ambil obat. ditotal harganya 1.39 jt aja. Huwa, bagi saya yang jaranggg sekali (eh malah ga pernah ding) ke klinik kecantikan, angka segitu mengejutkan, jendral ! dengan malu-malu saya bilang, "nunggu suami saya jemput ya, mb. saya bayar sejuta dulu. " Setelah pak suami datang baru deh bisa tebus obatnya :D.

Langsung mak-mak labil bilang ke pak suami, anak umi nanti satu jadi SpOG, satu lagi jadi SpKK, huaha. Trus lagi, karena shock sama harganya, secara ga sadar, tadi malam tak liat-liat tangan beberapa kali, ada bedanya ga ya. Padahal mau dilihat seribu kali juga ga kan langsung berubahlah tuh tangan. Semua pasti butuh proses, pake lotionnya dulu beberapa waktu, baru bisa berubah. Klo instan mah malah serem.

Let's see ya, ke depan noda-noda di tangan dan kaki ini berkurang atau ga.
Sila tunggu reportasenya :D 

===

4 komentar:

  1. gimana mba nodanya? saya punya masalah yg sama dan kebetulan saya tau dr nenden

    BalasHapus
    Balasan
    1. baru dibalas, maaf ya mbak.
      saya cuma sekali datang aja, jadi ga terlalu keliatan hasilnya.
      beda klo rutin, mungkin berhasil.

      :)

      Hapus
  2. ibu prof masih praktek kok mba, di priok dan rscm.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyakah mbak?

      Alhamdulillah klo begitu. Semoga si ibu panjang umur, dan ilmu yang diajarkan dan diamalkannya menjadi amal jariyah bagi beliau. Aamiin.

      Hapus